بسم الله الرحمن الرحيم
Berhujjah dengan pendapat seseorang dan meninggalkan dalil syar'i, menurut syaikh abdurrahman bin hasan alu syaikh, merupakan syirik ketaatan, yaitu syirik akbar.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan berkata dalam fath Al Majid, " wajib bagi setiap mukallaf apabila telah sampai kepadanya dalil Al-Quran dan As-sunnah dan memahami maknanya untuk tunduk dan beramal dengannya. meskipun orang lain menyelisihnya. 1 ... Maka wajib bagi seseorang yang mau menasihati dirinya, jika dia membaca buku-buku para ulama dan menelitinya serta mengetahui perkataan mereka, untuk menjelaskan pendapat mereka berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya. Sesungguhnya setiap mujtahid dari kalangan ulama dan para pengikut mereka ataupun yang mengikuti mazhab mereka, harus menyebutkan dalil dalam pendapat mereka. karena kebenaran pada suatu persoalan hanyalah satu, sedang para mujtahid mendapatkan pahala karena ijtihad mereka. Maka sikap yang adil dan pertengahan adalah melihat pendapat mereka dan menelitinya sebagai wasilah untuk mengetahui permasalahan secara logis, untuk memisahkan yang benar dari yang salah berdasarkan dalil yang disampaikan oleh para ulama. sehingga akan mengetahui siapa ulama yang lebih kuat dalilnya, baru kemudian diikuti. 2
syaikh Abdurrahman bin Hasan berkata tentang ayat:
" Dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik." (Al-an'am [6]: 121)
" Hal ini banyak terjadi pada sebagian banyak manusia bersama orang-orang yang mereka taklidi. mereka tidak mau mengambil dari pelajaran dari dalil ini, jika ulama yang mereka ikuti menyelisihinya . Hal ini merupakan kesyirikan. 3 Ada juga diantara mereka yang yang berlebih-lebihan, mereka meyakini bahwa makruh atau haram, sehingga fitnah akan semakin besar. mereka juga mengatakan bahwa para ulama yang mereka ikuti itu lebih mengetahui dalil dari pada mereka. " 4
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Abu Bathin berkata "Apabila seseorang telah mengetahui kebenaran, jangan merasa kesepian dengan sedikitnya orang yang sependapat dengannya, dan banyaknya orang yang menyelisihnya, apalagi akhir zaman seperti sekarang ini. pendapat orang bodoh mengatakan seandainya ini benar pasti diketahui oleh si fulan dan si fulan', 5 ini adalah dakwaan orang-orang kafir. sebagaimana perkataan mereka dalam Al-Quran
"Kalau sekiranya dia (Al-Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya." (Al-Ahqaf [46]: 11)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:
"Orang-orang semacam inikah diantara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka. (Al-An'am [6]: 53)
Ali Radhiyallahu ’anhu pernah berkata, "ketahuilah kebenaran maka kamu akan mangetahui siapa pembawa kebenaran itu". adapaun orang-orang yang bingung dan tidak jelas, maka seluruh syubhat akan mengelilinginya. kalau seandainya mayoritas manusia hari ini berada di atas kebenaran, islam tidak menjadi asing. Demi Allah, hari ini islam betul-betul dalam keadaan terasing. ketika Ibnul Qayyim rahimullah menyebutkan macam-macam syirik dan kemunculannya beliau berkata, "betapa sedikitnya orang yang selamat dari syubhat ini, bahkan sedikitnya orang yang tidak memusuhui orang yang mengingkarinya. perkataan ini terlontar pada zaman beliau, padahal tidaklah berganti tahun melainkan tahun setelahnya lebih buruk dari tahun sebelumnya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam". 6
____________________________________________________________________
1. Beliau menyatakan, yang terpenting adalah mengikuti dalil
2. Fath Al-Majid: 387-388
3. Syirik besar, yaitu syirik ketaatan, maka saya ingatkan kepada kalian, bahwa meninggalkan
dalil karena pendapat seseorang mengakibatkan kamu jatuh kepada syirik ini
4. Fath Al-Majid: 391
5. Hati-hatilah kamu dari pendapat yang sesat ini, yang banyak dilakukan oleh banyak pemuda
islam. Apabila mereka diberi nasihat dan dijelaskan berdasarkan dalil kitab dan sunnah
mereka akan berkata, " ini memang benar, akan tetapi kenapa ulama itu tidak mengetahui."
ini adalah alasan yang sangat berbahaya, saya tahu ini adalah dakwaan orang-orang kafir,
sebagaimana yang dijelaskan oleh syaikh.
6. Ad-durra As-sanyyiah: 10/400-401
Tidak ada komentar:
Posting Komentar